Sunday, April 7

1:37 PM
2
Setelah lama dianggap punah, spesies anjing bernyanyi Papua Nugini (New Guinea singing dog atau Canis hallstromi) ditemukan oleh sekelompok pendaki gunung di wilayah Gunung Mandala, Papua, Indonesia. Spesies ini terakhir terlihat sekitar 23 tahun silam.

"Kami memandanganya selama sekitar 15 menit dan mereka pun melakukan hal yang sama. Mereka nampaknya sama keingintahuannya dengan kami, namun mereka tidak gugup atau terlihat takut," ungkap salah satu pemandu pendakian ini, Tom Hewitt saat perjumpaannya dengan dengan seekor anjing bernyanyi berwarna krem.

Diperkirakan masih ada sekitar 200 ekor anjing bernyanyi di seluruh dunia, namun mereka biasanya dibesarkan sebagai hewan rumahan, bukan satwa liar. Mereka sering disebut sebagai Shiba Inu dan dianggap tak lagi ada di alam asli mereka.

Menurut lansiran National Geographic, banyak ahli mengatakan bahwa spesies yang terlihat ini memang satwa langka tersebut. Menurut James McIntyre, seorang ahli biologi yang berupaya mencari anjing ini di tahun 1996 mengatakan bahwa anjing ini memang berada di tempat dimana mereka disinyalir tinggal.

Sementara itu Janice koler-Matznick, Kepala Guinea Singing Dog Conservation Society, sebuah lembaga yang berbasis di AS masih meragukan penemuan Hewitt ini. Dia menyatakan bahwa warna yang dilihat oleh Hewitt belu pernah ia temui di seekor singing dog, karena mereka biasanya berwarna kemerahan atau hitam dan coklat. Namun tak membuka kemungkinan bahwa mutasi gen terjadi di alam liar, menurutnya.

Kendati masih ragu, koler-Matznick berharap bahwa anjing yang ada di dalam foto itu memang anjing bernyanyi Papua Nugini. Setelah bertahun-tahun dia mencoba memasukkan spesies ini sebagai sebuah sub-spesies ke dalam daftar IUCN (International Union of Conservation for Nature) namun gagal karena tidak ada bukti DNA.

Suku-suku asli Papua yang menghormati anjing bernyanyi ini diyakini dapat menjadi salah satu mata rantai penting konservasi satwa langka ini. Saat ekspedisi tahun 1996 silam, McIntyre meihat desa menggantung rahang anjing ini di atas pintu rumah mereka sebagai tanda penghormatan.
Setelah penemuan ini, koler-Matznick dan Tom Wendt, salah satu pendiri New Guinea Singing Dog International berencana untuk melakukan ekspedisi untuk melakukan survey terhadap anjing ini dan membuka kemungkinan adanya gen baru dalam garis keturunan anjing bernyanyi yang ada selama ini.

2 komentar:

  1. Info yang menarik kawan !! kunjungan perdana nih, owh ya follow sukses. kalau berkenan silahkan followback ya kawan. Terimakasih.
    Happy Blogging !! (p)

    ReplyDelete
  2. Mari Bergabung Di Benderabet
    Situs Judi Online Yang Terpercaya Dan Terlengkap Di Indonesia.
    Hanya 1 ID Dan Deposit Minimal 25 Ribu Sudah Bisa
    Memainkan Semua Permainannya Lho.

    Ada Juga Promo Menarik Yang Bisa Di Ikuti Lho.

    Promo Benderabet :
    - Bonus Deposit New Member 150% (Maksimal Bonus 3 Juta)
    - Bonus Cashback 15%
    - Bonus RollOver 0.8% (Live Casino)

    Banyak Game Yang Bisa Di Mainkan Hanya Di Benderabet :
    Sportbook
    - AFK cash
    - SBO bet
    - IBC bet

    Live Casino
    - Casino GD
    - W88
    - CBO855
    - Casino CD
    - Casino All Bet
    - Poker
    - Slot Game
    - Game Ikan
    - TOTO

    CS Yang Akan Melayani Anda 24 Jam Dengan Ramah Dan Sopan.
    Melayani Deposit / Withdraw Anda Dengan Cepat Dan Di Dukung
    Oleh 5 Bank Besar Indonesia
    BCA, MANDIRI, BNI, BRI, dan DANAMON.

    Untuk Info Lebih Lanjut Silahkan Hubungi Kami Langsung Ke
    Livechat Atau BBM Kami :

    Livechat : www.benderabet com
    Pin BBM : D1DD3FD5
    Phone : +855-8738-5503

    Tunggu Apa Lagi
    Ayo Jadi Pemenang Dan Jadilah Jutawan.

    ReplyDelete