Thursday, March 28

5:48 PM
3
Belanja online menjadi salah satu modus penipuan di dunia maya. Seperti hukum dagang, belanja online semakin populer di kalangan dampak pertumbuhan penipuan di dunia maya.

Di Australia, satu dari 15 orang online pembeli menjadi korban penipuan kartu kredit atau kartu debit secara online dua tahun lalu. Total kerugian meningkat sebesar 50 persen menjadi US $ 278 juta dolar. Angka tersebut "lebih baik" daripada kondisi di Inggris dan data AS menunjukkan bahwa satu dari 10 pembeli online adalah korban.

»Kemajuan teknologi dan perubahan pola pembayaran pelanggan, membuat perubahan yang baik dalam perilaku kriminal," kata Steven Munchenberg, chief executive dari Bankir Australia 'Association (ABA).

Bank dan pengecer menanggapi menipu dengan software yang lebih baik untuk mendeteksi penipuan belanja sesegera mungkin. Namun demikian, ada beberapa cara yang bisa kita lakukan sebagai konsumen untuk menghindari jatuhnya korban.

1. Rahasiakan PIN Anda

Jangan pernah mengungkapkan PIN atau nomor rekening secara rinci.

Jika Anda tidak terlibat dalam penipuan, uang hilang dapat dikembalikan oleh bank. Namun, transfer dana elektronik Kode Etik menyatakan bahwa kewajiban akan hilang jika Anda tertangkap menunjukkan PIN Anda nomor atau password. Sebagian besar kasus hilangnya dilakukan dalam transaksi tanpa PIN ketika pemilik kartu kredit dan pengecer tidak bertemu langsung.

2. Sedia Anti-Virus Sebelum Kebobolan

Instal perangkat lunak (software) anti-virus dan pastikan menjaga mereka diperbarui.

Anda juga perlu anti-spyware software, dan firewall yang bagus. Sebagian besar sistem operasi termasuk perangkat gadget tersebut begitu yakin bahwa itu adalah aktif.

3. Jangan Respons Spam

Segera menghapus e-mail atau spam pesan singkat, dan tidak menanggapi. Kebanyakan orang yang akrab dengan penipuan umum, misalnya, Anda mendapatkan lotre atau menerima komisi jika Anda membantu seseorang yang mengalami masalah keuangan. Yang tidak biasa adalah permintaan melalui e-mail atau pesan singkat untuk memperbarui rincian akun Anda.

4. Gunakan Sistem Pembayaran Terpercaya

Gunakan sistem pembayaran untuk transaksi internet melalui kartu kredit atau Paypal.com atau berlimit kartu debit rendah saat perdagangan online.

5. Kata Kunci Jangan Sekali-kali Bocor

Aman password e-mail Anda untuk mencegah pencuri mengambil informasi dan membuat identitas palsu melalui e-mail. Jangan lupa untuk mengubah password secara teratur.

6. Segera Cek Transaksi yang Baru Dilakukan


Segera cek transaksi setelah Anda menerima barang. Jika Anda menjadi korban penipuan online, jangan panik. Beritahu polisi dan bank Anda segera. Ini mungkin tidak menyenangkan, tetapi Anda tidak akan menderita kerugian jangka panjang.

3 komentar:

  1. Nice Info ny Sob , sudah Sya Follback

    ReplyDelete
  2. kl pake paypal tar pembeli bisa dispute,kl ane jadi penjual ane lebih suka pake escrow daripada paypal.
    contoh escrow itu kaya www.inapay.com ,tp lebih di kenal kl di indonesia ya rekber sih ,kaya rekber2 di FJB kaskus gt..bedanya kl rekber itu lebih bersifat personal , nah kl escrow udah PT .itu aja sih yg ane tau :D

    ReplyDelete